Videos
Artikel
galery
Berita

Gubernur Sulawesi Tenggara H. Ali Mazi, SH Menghadiri pengukuhan dan Pelantikan Pengurus BPW KKSS Sultra Periode 2022 – 2027

Posted By Admin


KENDARI,WAJAHSULTRA.COM–Gubernur Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) H. Ali Mazi, SH., memberikan sambutan pada acara Pelantikan/Pengukuhan Badan Pengurus Wilayah Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (BPW KKSS) Provinsi Sulawesi Tenggara Periode 2022 – 2027, di Hotel Claro Kendari, Senin 30 Mei 2022. Turut hadir antara lain, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Sultra diwakili oleh staf masing-masing, Kesbangpol Gubernur Sulawesi Selatan, Dr. H. Asriady Sulaiman, S.IP., M.Si., Pj. Sekretaris Daerah Sultra Drs. Asrun Lio, M.Hum., Ph.D., Rektor Universitas Halu Oleo Prof. Dr. Muhammad Zamrun F., S.Si., M.Si., M.Sc. Hadir pula Ketua Badan Pengurus Wilayah Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (BPW KKSS) Provinsi Sulawesi Tenggara, Mayor Jenderal TNI (Purn) Andi Sumangeruka, SE, MM., bersama Jajaran Pengurus BPW KKSS Provinsi Sulawesi Tenggara, Ketua Badan Pengurus Pusat Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (BPP KKSS) H. Muchlis Patahna, SH., M.Kn., Ketua Dewan Penasehat BPP KKSS H. Muhammad Aksa Mahmud, dan para Ketua Kerukunan/Paguyuban Tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara. Ditektur Bank Sultra Abdul Latif, Direktur PT Marina Putra Sulawesi Dr. Ir. Syahriadi Kadir, M.Si., Kepala Bulog Divre Sultra Ermin Tora, SP., Ketua-Ketua Kerukunan Sulsel di Sultra, Ketua LAT Drs. H. Masyhur Masie Abunawas, M.Si. Kadis Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3APPKB) Sultra Dra. Hj. Andi Tenri Rawe Silondae, MM., Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sultra Hj. Sitti Saleha, SE, M.Si., Ketua KPU Sultra Dr. La Ode Abdul Natsir, SE., M.Si., dan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara. Kehadiran Gubernur Ali Mazi guna mengikuti acara Pelantikan/Pengukuhan Badan Pengurus Wilayah Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (BPW KKSS) Provinsi Sulawesi Tenggara Periode 2022 – 2027, yang dirangkaikan Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) Antara Badan Pengurus Wilayah BPW KKSS Provinsi Sulawesi Tenggara dengan PT. Marina Putra Sulawesi, Kendari tentang Penyediaan dan Penyaluran Pupuk Bagi Petani dan Nelayan Tambak Binaan BPW KKSS Provinsi Sulawesi Tenggara. “Secara pribadi dan atas nama Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara, menyambut baik dan memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas pelantikan dan pengukuhan, Ketua dan Jajaran Pengurus BPW KKSS Provinsi Sulawesi Tenggara Periode 2022 – 2027, karena kegiatan ini dapat dimaknai sebagai sebuah keberlanjutan eksistensi diaspora Sulawesi Selatan yang ada di Sulawesi Tenggara untuk kian mengeratkan persatuan dan kesatuan yang didorong oleh semangat kekeluargaan.” Kata Gubernur Ali Mazi. Tidak dapat dipungkiri bahwa keberadaan masyarakat asal daerah Sulawesi Selatan di wilayah Provinsi Sulawesi Tenggara telah berlangsung begitu panjang, seiring dengan perjalanan sejarah bangsa dan daerah ini, sehingga telah menjadi satu kesatuan utuh yang tidak terpisahkan dengan masyarakat etnis lokal khususnya, yang mendiami Bumi Anoa, dengan berbagai kontribusinya yang begitu besar dalam pembangunan daerah. Melalui kesempatan ini, Gubernur Ali Mazi selaku Pimpinan Daerah Sulawesi Tenggara, menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang mendalam kepada seluruh Masyarakat Sultra asal Sulawesi Selatan, atas berbagai peran dan sumbangsihnya bagi kemajuan daerah Sulawesi Tenggara yang kita cintai bersama. Saat ini, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara Periode 2018-2023 terus konsen dalam upaya menggapai visi Terwujudnya Sulawesi Tenggara Yang Aman, Maju, Sejahtera dan Bermartabat, Melalui Strategi dan Pendekatan “Gerakan Akselerasi Pembangunan Daratan dan Lautan/Kepulauan”, yang dikenal dengan akronim GARBARATA. Konsepsi GARBARATA didesain untuk percepatan pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Sultra, disesuaikan dengan karakteristik dan potensi masing-masing wilayah dan masyarakat. Visi tersebut, semestinya tidak hanya menjadi visi pemerintah provinsi semata, tetapi menjadi visi bersama. Untuk itu, Pemerintah Daerah membuka ruang yang seluas-luasnya bagi semua komponen pembangunan, termasuk di dalamnya KKSS Sultra untuk mengambil peran sesuai dengan kapasitas masing-masing, dalam setiap kebijakan/program pemerintah daerah. Gubernur Ali Mazi menilai, keberadaan KKSS Sultra sebagai mitra strategis pemerintah daerah, setidaknya memiliki 3 peran penting dalam mewujudkan kemajuan daerah, yaitu : Pertama, KKSS Sultra diharapkan dapat berperan sebagai wadah perekat persaudaraan dan persatuan, baik antara sebagai sesama etnis asal Sulawesi Selatan, maupun etnis lokal, yakni Buton, Tolaki, Mekongga, Muna, dan Moronene serta etnis lainnya dari berbagai wilayah di Nusantara, dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika. Kedua, KKSS Sultra dapat menjadi benteng pertahanan kita dari serbuan budaya-budaya global yang tidak sesuai dengan nilai-nilai moral dan agama yang dipegang serta dianut masyarakat kita. Ketiga, KKSS Sultra sejatinya tidak hanya dimaknai sebagai wadah silaturrahmi semata, tetapi dapat pula menjadi rumah besar dalam meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat, tidak hanya bagi diaspora Sulawesi Selatan, tetapi juga seluruh entitas yang ada di Sultra. “Saya menaruh harapan yang besar kepada jajaran pengurus BPW KKSS Provinsi Sulawesi Tenggara, untuk dapat membersama pemerintah daerah dalam mengawal tiga peran penting sebagaimana yang saya sampaikan di atas,” kata Gubernur Ali Mazi. Gubernur Ali Maz berharap kita semua dapat terus merawat semangat kebersamaan, kekeluargaan, dan kebanggaan kita. “Kita bangga menjadi anak dan warga Sultra, bangga membangun Sultra, menuju Sultra masa depan Indonesia”. Gubernur Ali Mazi, atas nama Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara menyampaikan selamat kepada seluruh Jajaran Pengurus BPW KKSS Provinsi Sulawesi Tenggara Periode 2022-2027 yang baru saja dilantik dan dikukuhkan pada kesempatan ini. Semoga dapat menjalankan amanah yang diberikan dengan sebaik-baiknya. Pada kesempatan tersebut Gubernur Ali Mazi bercerita tentang darah Selayar dalam dirinya, sehingga ketika ia dinobatkan sebagai Puang Kawerang, Gubernur Ali Mazi pun secara entitas tidak kuasa menolak.

Iklan

-